Cara Memilih Saham Syariah yang Aman untuk Pemula Menurut Prinsip OJK dan DSN-MUI

Investasi saham syariah semakin diminati oleh pemula yang ingin menumbuhkan aset secara halal dan berkelanjutan. Namun, tanpa pemahaman yang tepat, investor baru tetap berisiko salah memilih saham. Berdasarkan pengalaman banyak investor pemula dan panduan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memilih saham syariah yang aman harus dilakukan secara terstruktur dan berbasis data.

Artikel ini disusun untuk membantu pemula memahami cara memilih saham syariah secara aman, sesuai prinsip syariah, dan relevan.

Memilih Saham Syariah yang Aman untuk Pemula

Memahami Saham Syariah Secara Benar (Expertise)

Saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip Islam, seperti riba, perjudian, dan bisnis haram lainnya. Di Indonesia, kriteria saham syariah ditetapkan oleh DSN-MUI dan diawasi oleh OJK melalui Daftar Efek Syariah (DES).

DES diterbitkan secara berkala dan menjadi rujukan utama bagi investor syariah. Saham yang masuk ke dalam indeks ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) dan JII (Jakarta Islamic Index) sudah melalui proses seleksi ketat secara syariah dan fundamental.

1. Selalu Cek Daftar Efek Syariah OJK (Trustworthiness)

Langkah pertama dan paling penting adalah memastikan saham berada dalam DES resmi OJK. Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau grup diskusi.

Manfaat mengecek DES:
  • Menjamin kepatuhan syariah
  • Menghindari saham yang dikeluarkan dari daftar
  • Mengurangi risiko investasi jangka panjang
  • Investor pemula disarankan mengecek pembaruan DES minimal setiap 6 bulan.

2. Pilih Perusahaan dengan Fundamental Sehat (Expertise)

Berdasarkan pengalaman investor jangka panjang, saham syariah yang aman biasanya berasal dari perusahaan dengan fundamental kuat. Beberapa indikator penting meliputi:
  • Laba bersih stabil
  • Arus kas positif
  • Utang berbasis bunga sesuai batas syariah
  • Model bisnis jelas dan berkelanjutan
Perusahaan di sektor kebutuhan dasar, energi, dan telekomunikasi sering menjadi pilihan pemula karena lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi.

3. Fokus pada Saham Syariah yang Likuid (Experience)

Banyak pemula terjebak membeli saham syariah yang jarang diperdagangkan. Saham dengan likuiditas rendah berisiko sulit dijual saat dibutuhkan.

Saham syariah yang tergabung dalam JII umumnya:
  • Volume transaksi tinggi
  • Spread harga lebih wajar
  • Lebih stabil untuk investor baru
Dari sisi pengalaman, memilih saham likuid membuat pemula lebih nyaman dan percaya diri dalam berinvestasi.

4. Hindari Saham Syariah dengan Pola Spekulatif (Trust)

Meskipun berlabel syariah, tidak semua saham cocok untuk pemula. Saham dengan kenaikan ekstrem tanpa fundamental jelas sebaiknya dihindari.

Ciri saham berisiko:
  • Harga naik turun tidak wajar
  • Minim informasi publik
  • Sering direkomendasikan tanpa analisis
Dalam prinsip syariah, praktik spekulasi berlebihan (gharar) tidak dianjurkan.

5. Gunakan Sekuritas Syariah Resmi dan Berizin OJK (Authoritativeness)

Pengalaman investor pemula menunjukkan bahwa penggunaan Sharia Online Trading System (SOTS) sangat membantu. Sistem ini:

  • Otomatis memfilter saham non-syariah
  • Menghindari transaksi margin dan short selling
  • Memberikan keamanan tambahan bagi pemula
  • Pastikan sekuritas terdaftar di OJK dan memiliki layanan edukasi investor.

6. Terapkan Strategi Jangka Panjang dan Konsisten (Experience)

Investor pemula sering kali gagal bukan karena salah saham, tetapi karena emosi. Investasi saham syariah idealnya dilakukan dengan:
  • Modal bertahap
  • Tujuan jangka menengah–panjang
  • Evaluasi berkala, bukan harian
  • Pendekatan ini sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam keuangan syariah.

Kesimpulan

Cara memilih saham syariah yang aman untuk pemula membutuhkan kombinasi antara pemahaman syariah, analisis fundamental, dan disiplin investasi. Dengan mengacu pada DES OJK, memilih saham likuid dan fundamental kuat, serta menggunakan sekuritas syariah resmi, risiko investasi dapat ditekan secara signifikan.

Investasi saham syariah bukan tentang cepat untung, tetapi tentang keberlanjutan, ketenangan, dan kepatuhan pada prinsip yang benar.

EM Sinaga
EM Sinaga Digital Creator

Posting Komentar untuk "Cara Memilih Saham Syariah yang Aman untuk Pemula Menurut Prinsip OJK dan DSN-MUI"