Lagu “Cinema” dari WOODZ adalah salah satu karya emosional yang menggambarkan kenangan cinta layaknya film yang diputar kembali. Dengan nuansa pop-rock yang hangat namun sendu, lagu ini menyampaikan rasa rindu, penyesalan, dan kesadaran bahwa sebuah hubungan mungkin tak bisa kembali seperti dulu.
Dalam artikel ini, kita akan membahas makna lagu Cinema WOODZ, arti liriknya secara mendalam, serta pesan emosional yang membuat lagu ini begitu menyentuh.
Arti Judul “Cinema”
Judul “Cinema” bukan sekadar tentang bioskop. Dalam lagu ini, cinema menjadi metafora kenangan cinta. Hubungan yang telah berakhir diibaratkan seperti film lama yang kembali diputar — indah, penuh momen hangat, tetapi hanya bisa ditonton, bukan dijalani lagi.
Bioskop dengan kursi kosong menggambarkan kesepian setelah perpisahan.
Lirik Lagu Cinema - WOODZ
Cham oraenmanine
Jamsi itgo jinaen naui cinema
Dasi kkeonaen pilleum sogui neowa na
Brown eyes
Yeojeonhi banjjagineun neoui limelight
Soge meomchwo beorin uri timeline
Teong bin gaekseogui cinema
Miso jieonna bwa, nado moreuge
Geuriwonna bwa dugo on ge
Duribeongeoryeotji neodo moreuge
Anja isseulkka, babo gata
Dorawabeorin cinema
Bichi baraebeorin uriwa
Dasi baraboneun majimak
One last time
You are out of sight (Sight)
But I can't get it out of my mind (Mind)
Mani bogo sipeonna bwa
Uriga (One last time)
Amu mal eopsi
Gidaeseo geudaero
Majimakkkaji eogeunnabeorin
Uriui tied ending
Buri kyeojin huedo naneun hanchameul
Geu jarieseo babo gata
Dorawabeorin cinema
Bichi baraebeorin uriwa
Dasi baraboneun majimak
One last time
You are out of sight (Sight)
But I can't get it out of my mind (Mind)
Mani bogo sipeonna bwa
Uriga (One last time)
Dasi an ol geot gata
Hancham jinan uri romance
Magi naerin chae
Again, again
Dorawabeorin cinema
Bichi baraebeorin uriwa
Dasi baraboneun majimak
One last time
You are out of sight (Sight)
But I can't get it out of my mind (Mind)
Mani bogo sipeonna bwa
Uriga (One last time)
One last time
Terjemahan Lirik Lagu Cinema - WOODZ
Sudah lama sekali
Filmku yang sempat terlupakan
Kembali kuputar lagi, di dalam gulungan film itu ada kamu dan aku
Mata cokelatmu
Sorotanmu yang masih tetap bersinar
Garis waktu kita yang terhenti di dalamnya
Bioskop dengan kursi-kursi kosong
Sepertinya aku tersenyum, tanpa kusadari
Sepertinya aku merindukan yang telah kutinggalkan
Aku ragu-ragu, tanpa kamu tahu
Apa kamu masih duduk di sana? Aku terasa bodoh
Cinema yang kembali terulang
Kita yang warnanya telah memudar
Dan kembali menatap untuk terakhir kalinya
Satu kali lagi
Kamu sudah tak terlihat (Tak terlihat)
Tapi aku tak bisa mengeluarkannya dari pikiranku (Pikiranku)
Sepertinya aku sangat merindukan
Kita (Satu kali lagi)
Tanpa sepatah kata pun
Bersandar seperti dulu
Hingga akhir yang tak pernah selaras
Akhir cerita kita yang terikat
Bahkan setelah lampu menyala
Aku tetap duduk lama di tempat itu
Terasa bodoh
Cinema yang kembali terulang
Kita yang warnanya telah memudar
Dan kembali menatap untuk terakhir kalinya
Satu kali lagi
Kamu sudah tak terlihat (Tak terlihat)
Tapi aku tak bisa mengeluarkannya dari pikiranku (Pikiranku)
Sepertinya aku sangat merindukan
Kita (Satu kali lagi)
Sepertinya tak akan kembali lagi
Romansa kita yang telah lama berlalu
Tirai telah tertutup
Lagi, lagi
Cinema yang kembali terulang
Kita yang warnanya telah memudar
Dan kembali menatap untuk terakhir kalinya
Satu kali lagi
Kamu sudah tak terlihat (Tak terlihat)
Tapi aku tak bisa mengeluarkannya dari pikiranku (Pikiranku)
Sepertinya aku sangat merindukan
Kita (Satu kali lagi)
Satu kali lagi
Makna Lirik Lagu “Cinema”
1. Kenangan yang Diputar Ulang
Di awal lagu, diceritakan tentang “film” yang kembali diputar, berisi sosok “kamu dan aku”. Ini menunjukkan bahwa kenangan tersebut masih tersimpan jelas di ingatan.
Maknanya: meski waktu telah berlalu, memori tentang seseorang tetap hidup dalam pikiran.
2. Waktu yang Berhenti di Masa Lalu
Lirik tentang “timeline yang terhenti” menggambarkan hubungan yang berhenti berkembang. Seolah waktu tidak bergerak maju dalam kenangan tersebut.
Ini menyiratkan perasaan belum sepenuhnya move on — hati masih tertahan di masa lalu.
3. Merindukan yang Telah Pergi
Bagian reff sangat kuat secara emosional:
“You are out of sight, but I can't get it out of my mind.”
Artinya, meskipun orang tersebut sudah tidak terlihat lagi dalam kehidupan nyata, bayangannya masih memenuhi pikiran.
Ini adalah bentuk rindu yang dalam — bukan sekadar ingin bertemu, tetapi ingin mengulang kembali momen bersama.
4. Akhir Cerita yang Tak Selaras
Lirik tentang “ending yang tak pernah selaras” menggambarkan hubungan yang tidak berjalan sesuai harapan. Mungkin ada kesalahan, perbedaan, atau waktu yang tidak tepat.
Dan ketika “lampu menyala” di bioskop, itu menjadi simbol kenyataan — film telah selesai, cerita telah berakhir.
Pesan Moral Lagu “Cinema”
Dari keseluruhan lirik, ada beberapa pesan yang bisa dipetik:
- Kenangan indah tetap berharga meski hubungan telah usai.
- Tidak semua cinta bisa memiliki akhir bahagia.
- Merindukan masa lalu adalah hal manusiawi.
- Move on butuh waktu, terutama jika kenangan masih terasa hidup.
“Cinema” mengajarkan bahwa kadang kita hanya bisa mengenang, bukan mengulang.
Kenapa Lagu Ini Relatable?
Banyak orang pernah merasakan hubungan yang berakhir tanpa benar-benar siap melepaskan. Lagu ini relatable karena menggambarkan momen sepi setelah semuanya selesai — duduk sendiri, memutar kembali kenangan, dan menyadari bahwa cerita itu tak akan terulang.
Dengan vokal emosional dan aransemen yang dramatis, WOODZ berhasil membuat pendengar merasa seolah sedang menonton film tentang cinta mereka sendiri.
Kesimpulan
Makna lagu “Cinema” dari WOODZ adalah tentang kenangan cinta yang diputar ulang seperti film lama. Meski hubungan telah berakhir dan tirai telah tertutup, perasaan itu masih hidup dalam ingatan.
Lagu ini menjadi refleksi bahwa terkadang, satu-satunya cara mencintai adalah dengan mengenang — satu kali lagi.

Posting Komentar untuk "Makna dan Terjemahan Lirik Lagu Cinema – WOODZ"